Postingan

Menampilkan postingan dengan label taman kota purbalingga

Di Balik Purbalingga City Park

Gambar
Purbalingga City Park Dibangun di atas lahan bekas Pasar kota Purbalingga dengan megahnya dan mengbiaskan aura gemerlap Purbalingga di masa yang akan datang,setelah selesau dibangun....Masyarakat bangga mempunyai Taman kota, (entertain centre dan air mancur bertuliskan "ADIPURA") (videotron baru purbalingga) masyarakat bangga dengan pembangunan Purbalingga yang semakin Pesatnya,tapi dibalik kemegahannya,tawa canda ceria yang mengiringi pembangunan Purbalingga City Park ada "mereka" yang merintih tangis..dan kesedihan yang mendalam dikarenakan usahanya "BANGKRUT"Sebuah Tanda Tanya besar,mengapa mereka bangkrut?karena bukankah pedagang pasar di pindah semua ke Pasar Segamas?iya memang (deretan Toko Yang terisolir) (bila anda memperhatikan ada tulisan DIJUAL TANPA PERANTARA) tetapi ada beberapa Rumah,Ruko,yang dulunya itu digunakan sebagai usaha mencari uang ketika pasar kota purbalingga masih ada yang sekarang tertutup tembok tinggi tebal dan dingin yang men...

Taman Kota minta "TUMBAL"

Gambar
Jl.Jendral Achmad Yani Depan Pasar Lama ato Purbalingga city Park dikatakan sedang minta "TUMBAL" Karena sering Terjadi Kecelakaan Dalam Sepekan ini Sudah Terjadi 3X Kecelakaan dan Semuanya Meninggal di tempat,yaitu tanggal 11 maret 2010,tanggal 9 maret 2010 dan tanggal 6 maret 2010 ,sing gawe bingung, kabeh motore kue motor Jupiter, Jarene si Tamane urung deslameti,wong anu bekas pasar lawas,pasar,ngerti dewek nggon setan malahan degawe taman...ya sing nduwe gela...kecelakaan didominasi sekitar jam 4an dan selepas maghrib ketika jalur ini dibuka menjadi 2 jalur tapi ya kepriwe wong anu belum jadi urung dadi lah ,kon deslameti ya ora dadi...Di tahun 2010 kecelakaan di tempat itu sudah lebih dari 15x dari awal januari ngko nek critane rika tabrakan dilalahe urip ,eh ana walng sangit eh pak polisi wesan awake lara,ora ngawa sim,jan sing ketabrak ya ora gelem dame,ya wes lah siapna duit sing akeh baen dadi ati2 ae Bissmillah kie esi dadi "ISU" dadi aja terlalu perc...